Agama Universal Bukan Lokal

Salah satu keistimewaan agama Islam ini adalah ia bersifat universal. Semua Nabi diutus oleh Allah untuk kaumnya dan untuk zaman tertentu, kecuali Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam- yang diutus untuk seluruh jin dan manusia sampai hari kiamat. Hal ini bisa dilacak dalam sumbernya yang asli yaitu al-Qur`an dan Sunnah, maupun dalam praktiknya yaitu sirah Nabi dan Khulafa’ Rasyidin, serta para sahabat dan Tabi’in.

Jika umat Islam sampai kepada sumber Islam yang universal ini, niscaya semangat, agama, dakwah, ukhuwah, dan kiprahnya juga universal. Namun apabila umat Islam terputus dari sumbernya yang asli ini, maka umat Islam akan terkotak-kotak dan terpecah-pecah. Inilah yang dilarang dalam Islam dan dikhawatirkan. Lebih-lebih kalau sampai ini menjadi program musuh-musuh Islam. Ini yang diperingatkan oleh pemikir muslim dunia pada tahun 70-an, Syaikh Abu al-Hasan al-Nadawi.

Menurut beliau, paham kesukuan (qaumiyyah) ini merusak risalah universalitas Islam yang dibawa oleh Baginda Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam-.

Oleh karena itu, mari kita mensyukuri nikmat Allah ini dengan terus merujuk kepada sumbernya dan ahlinya. Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari rahimahullah berkata dalam kitabnya, Hadzihi Risalah Jami’ah al-Maqashid, halaman 6:

وَأُصُوْلُ الدِيْنِ أَرْبَعَةٌ: اَلْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ وَالْإِجْمَاعُ وَالْقِيَاسُ اَلْمُعْتَبَرَانِ، وَمَا خَالَفَ هَذِهِ الْأَرْبَعَةِ فَهُوَ بِدْعَةٌ وَمُرْتَكِبُهُ مُبْتَدِعٌ يَتَعَيَّنُ اجْتِنَابُهُ وَزَجْرُهُ

Pokok agama itu ada empat: al-Qur`an, al-Sunnah, al-Ijma’ yang shahih, dan al-Qiyas yang shahih. Apa yang menyalahi kempat sumber ini maka bid’ah, dan orangnya adalah pelaku bid’ah, harus dijauhi dan dilarang.”

Semoga bermanfaat. [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *