Gempa Karena Dosa ?

Salah satu prinsip Islam, setiap musibah adalah karena ulah manusia. Murka Allah tidaklah turun kecuali karena maksiat yang merajalela dan tidak tegak syiar amar makruf nahi anil munkar. Bencana ini jika sudah terjadi maka hanya bisa diangkat dengan taubat dan istighfar. Walhasil dosa adalah pengundang bencana dan kembali kepada Allah adalah obatnya.

Di Zaman Rasulullah, dan di zaman Abu Bakar tidak pernah terjadi gempa. Pernah Rasulullah bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman naik ke Gunung Uhud. Tiba-tiba Gunung itu berguncang. Maka beliau menghentakkan kakinya ke Uhud dan bersabda: “Tenanglah wahai Uhud, tidak ada di atasmu kecuali seorang Nabi, Ash Shiddiq, dan dua orang Syahid.” (HR. Bukhari)

Gempa merusak pertama kali terjadi di masa kekhalifahan Umar. Dalam riwayat Ibnu Abi al-Dunya, Umar lalu berpidato:

يا أيها الناس ما كانت هذه الزلزلة إلا عن شيء أحدثتموه، والذي نفسي بيده إن عادت لا أساكنكم فيها أبدًا

“Wahai manusia, tidaklah terjadi gempa ini kecuali karena suatu dosa yang kalian perbuat! Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika gempa kembali terjadi maka aku tidak akan tinggal bersama kalian di dalamnya selamanya.”

Di zaman pemerintahan Umar bin Khattab RA juga pernah terjadi musim paceklik. Umar mengajak masyarakat untuk salat istisqa. Umar bin Khattab RA berkhotbah mengajak rakyatnya untuk banyak beristighfar. Subhanallah, tidak lama kemudian hujan pun turun dengan lebat.

Ketika pasukan Sa’ad bin Abi Waqash dikepung pasukan Persia dalam peperangan Qadisiyah, ia meminta nasihat kepada Umar bin Khattab. Umar menulis: “Aku memerintahkan dan pasukanmu untuk lebih takut kepada kemaksiatan daripada kepada musuhmu, karena dosa pasukan lebih menakutkan daripada musuh mereka”.

Demikianlah seharusnya orang mukmin menyikapi bencana yang terjadi. Semoga edisi ini menyadarkan kita semua. Dan Allah menjaga bangsa kita. Aamiin. [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *