GENOSIDA ROHINGYA

Hari ini, kembali dunia menjadi saksi atas kebengisan dan kekejaman militer Myanmar dan ekstrimis Budha yang tidak ditemukan sebutannya hingga saat ini, selain sebagai sebuah tindakan biadab terhadap kaum muslimin. Ya, genosida era modern yang telah didesain sedemikian rupa hingga dunia tidak mampu mengambil langkah nyata selain mengutuk dan menderma sebisanya, yang jika dibandingkan dengan hajat hidup warga Arakan, belumlah setimpal. Sebab kebiadaban itu tetap berlangsung, dan korban tetap berjatuhan.

Seorang mukmin harusnya merasa tersakiti dan ikut merintih, mengingat iman mengharuskan adanya hal itu. Kaum mukminin ibarat satu jasad, apabila ada anggota tubuh yang kesakitan, maka seluruh tubuh pun akan ikut merasakan dampaknya. Akan tetapi demikianlah faktanya, keadaan kaum muslimin tak kunjung membaik, sebab akidah telah tergadaikan atau terabaikan, dan celakanya digantikan oleh sesuatu yang lain dengan segala macam ismenya.

Patut menjadi perhatian kita kembali pelajaran berharga dari kisah persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshor yang sekiranya tidak ada bukti akan hal itu, niscaya kita akan mengatakan itu hanyalah dongeng belaka! Kita perlu merefresh iman, memahami nilai-nilai akidah untuk menuntun kita keluar dari berbagai masalah dan persoalan yang dihadapi. Semoga Allah segera mengangkat penderitaan kaum muslimin di mana pun berada, khususnya di Myanmar, menyembuhkan yang sakit, mengenyangkan yang lapar, dan merahmati yang meninggal.

Selamat menikmati. [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *