Kemenangan Milik Siapa

Pembaca yang berbahagia, hidup ini adalah kompetisi; antara nafsu kita dan hati kita, antara kita dan kawan kita, antara kita dan musuh kita.

Hidup ini adalah kompetisi dalam skala pribadi, keluarga, komunitas, masyarakat, dan bangsa.

Hidup ini adalah kompetisi dalam segala bidang, ilmu, ideologi, politik, bisnis, budaya, dan peradaban.

Maka hidup ini bersifat keras, terjal, curam, penuh rintangan, penuh ujian, penuh perjuangan, dan pengorbanan. Allah menggambarkan:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ فِي كَبَدٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4)

Susah payah karena mengurusi perkara dunia dan perkara akhirat.

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6)

Maksudnya, kamu telah melakukan amal yang akan kamu bawa kepada Allah, apakah baik atau buruk. Kami telah menjelaskan jalan kebaikan untuk diikuti dan jalan keburukan untuk dijauhi.

Maka setiap hari manusia itu seperti yang diceritakan oleh Rasulullah saw: “Setiap manusia itu pergi di pagi hari menjual dirinya, maka ada yang memerdekakannya atau ada yang membinasakannya.” (HR. Muslim).

Artinya. barangsiapa menjual dirinya kepada Allah maka dia telah memerdekakannya dari adzab, dan barangsiapa menjualnya kepada setan dan hawa nafsu maka ia telah mencelakannya.

Siapakah yang menang?

Jika demikian hakekat kehidupan manusia di dunia, lalu milik siapakah kemenangan dalam kompetisi dan pertempuran di segala level dan medan ini?

Allah memberikan kunci sekaligus putusannya: وَالْعاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (Nasib akhir yang baik adalah milik orang yang bertakwa!)

Selamat membaca! [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *