Kiblat Pendidikan Islam

Mengerti kiblat adalah wajib, sebab tidak mungkin menjadi muslim tanpa berkiblat. Setiap muslim wajib mengerti kiblatnya dan wajib shalat 5 waktu menghadap kiblat. Dengan kiblat inilah dia mengetahui siapa saudaranya dalam beragama ini. Nabi Saw bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا، وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا، وَأَكَلَ ذَبِيحَتَنَا فَذَلِكَ الْمُسْلِمُ الَّذِي لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ، فَلَا تُخْفِرُوا اللَّهَ فِي ذِمَّتِهِ” (أخرجه البخاري391)

“Barang siapa shalat dengar shalat kami dan menghadap ke kiblat kami dan memakan sembelihan kami maka dia adalah muslim yang memiliki dzimmah Allah dan dzimmah RasulNya, maka jangan membatalkan Allah dalam daimmahnya.” (HR. Bukhari, 391)

Inilah yang menginspirasi kami untuk membahas kiblat pendidikan Islam. Kami prihatin saat melihat muslim yang shalatnya berkiblat ke Ka’bah namun dalam pendidikan dia berkiblat ke Barat yang membenci Islam, atau menafsiri Islam dengan tafsir yang menyimpang dan merusak Islam.

Kita prihatin saat calon sarjana pendidikan Islam tidak mengenal bukubuku pendidikan Islam yang ditulis ulama Islam atau pakar pendidikan Islam di negaranegara Islam, tapi sangat rajin membuka referensi pendidikan sekuler.

Selain itu kami prihatin saat kita ingin menjadi kiblat pendidikan Islam bagi bangsa lain sementara kita belum merasa bangga dengan Islam itu sendiri yang sudah memiliki kitab sendiri dan imamimam sendiri sebagai acuan dan pondasi bagi bangunan pendidikan Islam kita.

Semoga dengan adanya kegaduhan yang ditimbulkan oleh keputusan presiden Amerika Serikat soal Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota Israel, makalah yang kita angkat ini semakin relevan. Aamiin. [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *