Membangun Negeri dengan Amal Jama’i

Impian setiap bangsa pasti tidak keluar dari keinginan untuk mewujudkan “kehidupan yang sejahtera dan adil”. Keinginan ini mendorong Bangsa Indonesia untuk berjuang hingga Presiden Soekarno dulu bernah berucap: “Kita butuh merdeka untuk bersatu, kita butuh bersatu untuk berdaulat dan kita butuh berdaulat agar kita berlaku adil dan kita butuh keadilan agar mencapai kesejahteraan untuk semuanya.”

Sungguh ini adalah cita-cita yang mulia, dan sudah terwujud sebagiannya, yaitu berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan Republik Indonesia ini diraih atas berkat rahmat Allah, karena penduduknya bersatu dalam perjuangan. Akan tetapi, kesejahteraan yang berkeadilan masih belum terwujud dengan menggembirakan.

Sebagai muslim, kita pasti bangga dengan mewujudkan slogan yang berasal dari al-Qur`an yang sudah sering diungkapkan oleh para pemimpin negeri ini, yaitu “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” (Negeri yang baik dan Tuhan yang Pengampun).

Salah satu unsur penting untuk meraih cita-cita itu adalah bekerja bersama-sama secara terukur dan terpimpin dengan baik. Ini yang kita namakan dengan amal jama’i. Kita bekerja secara bersama-sama, bukan sekedar sama-sama bekerja. Bagaimana pandangan ulama terdahulu tentang amal jama’i ini? Lalu bagaimana dengan ulama kontemporer? Apa saja wadah amal jama’i dan bagaimana manfaatnya? Pertanyaan-pertanyaan ini terjawab dalam edisi ini, insyaAllah.

Semoga bermanfaat dan semakin baik dalam memberikan sumbangsih untuk kemajuan dan kemakmuran negeri ini.

Nantikan edisi mendatang dengan judul “Rahasia Orang Besar”, insyaAllah. [*]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *