Strategi Nabi menghadapi ekonomi Yahudi

Pengantar redaksi

Dalam al-Qur`an surat al-Baqarah ayat 96 ditegaskan bahwa Yahudi itu paling hubbuddunya, paling cinta hidup di dunia, dan takut akhirat. Oleh karena itu di dalam surat an-Nisa` ayat 161-162 dijelaskan mereka itu pemakan riba maka Allah menghukumnya dengan diharamkan beberapa hal yang tadinya halal dan Allah menyiapkan untuk mereka dan orang-orang kafir seperti mereka azab yang pedih.

Yang unik kata murabi yang dalam bahasa Arab artinya orang yang melakukan riba, ternyata kata murobi ini identik dengan kata yahudi. Orang yahudi adalah pencetus riba dan sangat dikenal dengan riba. Kata imam Ibn Katsir: Allah telah melarang mereka berbuat riba, tetapi mereka melakukannya, dan membuat mengakali riba dengan berbagai kilah dan syubhat, dan mereka memakan harta manusia secara batil.”

Lebih menarik lagi menurut Dr. Sa’ad al-Din Shalih dalam bukunya al-Aqidah al-Yahudiyyah wa Khatharuha ‘Ala al-Insaniyyah halaman 200. “Kitab Talmud (kitab suci Yahudi) membolehkan ghisy (curang) dan nifaq (tipuan) dan boleh mengambil harta dengan riba yang keji. Akan tetapi jika menjual atau membeli dari saudaranya yang sesame yahudi maka tidak boleh menipunya atau mencuranginya.!

Demikianlah watak dan karakter Yahudi sepanjang masa. Oleh karena itu tidak heran jika Yahudi sekarang menguasi ekonomi, namun yang heran adalah sikap umat Islam yang mengikuti saja model yahudi ini. Pertanyaannya bagaimanakan seharusnya kita bersikap? Silakan baca makalah “Strategi Nabi menghadapi ekonomi Yahudi”.

Semoga bermanfaat.

majalahalumm9vol4

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *