TRAGEDI KEMANUSIAAN TERBURUK

Sesungguhnya diantara keagungan bulan Ramadhan adalah banyaknya gelar yang disandangnya, salah satunya adalah Syahrul Muwasah (bulan santunan). Seorang salaf ditanya: mengapa puasa disyariatkan? Maka dia menjawab, “agar orang kaya bisa merasakan lapar sehingga tidak melupakan orang yang kelaparan.”

Maka puasa adalah jalan menuju kepekaan social dan berbuat kebajikan kepada sesama. Barang siapa berhasil merealisasikan puasa syar’I maka dia akan peka terhadap saudaranya. Panutannya adalah Rasulullah i. sebagaimana dinyatakan oleh Usman bin Affan t dalam khutbahnya:

إِنَّاوَاللهِقَدْصَحِبْنَارَسُولَاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفِيالسَّفَرِوَالْحَضَرِ،فكَانَيَعُودُمَرْضَانَا،وَيَتْبَعُجَنَائِزَنَا،وَيَغْزُومَعَنَا،وَيُوَاسِينَابِالْقَلِيلِوَالْكَثِيرِ

“Demi Allah kami telah menemani Rasulullah i dalam keadaan safar maupun muqim, maka beliau selalu menjenguk orang-orang yang sakit diantara kami, mengikuti jenazah-jenazah kami, berperang bersama kami dan menyantuni kami dengan rizki yang sedikit maupun yang banyak.” (HR. Ahmad, dg sanad hasan)

Oleh karena itu di bulan Ramadhan dan di bulan Syawal ini dan seterusnya insyaallah kita tetap istiqamah menyantuni semua saudara muslim yang memerlukan uluran tangan., terutama muslim Rohingya dan muslim minoritas korban letusan gunung Sinabung di Kab. Karo yang sudah menderita selama 2 tahun. Maka salurkan bantuan anda lewat YBM Peduli.

Khusus untuk kasus tragedy kemanusiaan yang dialami oleh bangsa Rohingya maka kita wajib menerangkan kondisi mereka yang sesungguhnya dan wajab menjaga hangatnya suhu isu mereka agar tidak tenggelam dan terlupakan kembali.

Semoga Allah memberkahi tulisan kita dan menerima semua amal ibadah dan dakwah kita. Aamiin.

Cover III-07

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *